Filosofi Ayurveda dan 108 Rempah di Balik Minyak Varash

Minyak Varash bukan diracik asal-asalan. Formula ini lahir dari riset panjang berdasarkan tradisi Usada Bali (ilmu pengobatan tradisional Bali) dan konsep Ayurveda (ilmu kesehatan dari India Kuno yang berusia lebih dari 5.000 tahun).
Misteri Angka 108
Dalam filosofi Timur, angka 108 dianggap sebagai angka suci yang melambangkan keutuhan alam semesta. Hal ini terwujud dalam kalung doa (mala/tasbih) yang berjumlah 108 butir, atau jarak antara matahari dan bumi yang sekitar 108 kali diameter matahari. Formulator Minyak Varash, Bapak Putu Eka Suryawan, dengan cermat memilih tepat 108 jenis tanaman herba Nusantara yang mewakili lima unsur alam (Api, Air, Tanah, Udara, dan Eter/Ruang).
Unsur Pencipta Kehidupan dalam Sebotol Minyak
- Akar-akaran (Elemen Tanah): Mewakili stabilitas dan fondasi. Contoh: Jahe merah, kunyit, lengkuas. Berfungsi memperkuat sistem tulang dan otot.
- Batang & Kayu (Elemen Air): Mewakili penyaluran cairan. Contoh: Kayu manis, cendana. Berfungsi mengatur peredaran darah dan getah bening.
- Daun-daunan (Elemen Udara): Mewakili pernapasan. Contoh: Daun sirih, nilam, sereh. Berfungsi melegakan paru-paru dan oksigenasi.
- Bunga & Buah (Elemen Api): Mewakili energi dan pencernaan. Contoh: Cengkeh, pala, bunga kenanga. Berfungsi memicu metabolisme pembakaran dan imun.
Dengan menggabungkan kesemua unsur ini, Minyak Varash tidak menyerang penyakit dengan keras (seperti obat kimia), melainkan memberi nutrisi pada Prana (energi kehidupan), sehingga tubuhlah yang memulihkan dirinya sendiri.
